MENUJU TEKAD KUBU RAYA UNTUK INDONESIA :: MEWUJUDKAN KUBU RAYA YANG TERDEPAN DAN BERKUALITAS :: BERLARI LEBIH KENCANG & BERPROSES LEBIH CEPAT :: DENGAN PESONA KEINDAHAN WISATA KUBU RAYA ::
  • Istana Kubu yang didirikan oleh Raja Kubu, Syarif Al-Idrus merupakan salah satu situs sejarah kerajaan tertua di Kalbar
  • Menyusuri Daerah Aliran Sungai Kakap dengan menggunakan speed boat menjadi daya tarik tersendiri
  • Tiga petani dari Kabupaten Kubu Raya yang mewakili Kalimantan Barat terpilih menjadi petani terbaik di tingkat nasional
  • 8 Ikan Arwana Mahal di Indonesia
  • Hutan mangrove yang terdapat di Kec. Batu Ampar, Kec. Teluk Pakedai dan Kec. Kubu merupakan hamparan alam yang mempesona.
  • Keanekaragaman khasanah budaya di Kubu Raya salah satunya adalah Budaya Melayu
  • Kubu Raya banyak memiliki pulau kecil yang sebagian besar dihuni oleh penduduk yang berprofesi sebagai nelayan
  • Wisata religi yang paling menarik dan menyita perhatian masyarakat adalah di Sungai Raya yaitu Ritual Sembahyang Kubur & Pembakaran Wangkang
  • Wisata Kuliner di Kubu Raya yang paling diminati para wisatawan adalah makanan khas melayu dan seafood
  • Kubu Raya memiliki daya tarik wisata yang berlimpah seperti wisata sungai, pantai, gunung, keanekaragaman flora & fauna.
  • Maha Vihara Maitreya yang terletak Sungai Raya adalah Vihara terbesar & termegah yang ada di Kalimantan Barat
  • Hotel Gardenia Sungai Raya menawarkan konsep yang istimewa, yaitu penginapan di Villa yang berbalut keasriam alam dan Taman Rekrasi Fantasia

Kamis, 07 Juni 2012

Kalpataru untuk Samuel Oton Sidin dari Kubu Raya

Pada hari Selasa, tanggal 5 Juni 2012 diselenggarakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Seperti tahun-tahun lalu, di Indonesia, kegiatannya dipusatkan di Istana Negara.

Dalam rangkaian kegiatannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan penghargaan Kalpataru, Adipura, Adiwiyata Mandiri, dan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik; menerima buku Status Lingkungan Hidup Indonesia 2011; serta  menandatangani sampul hari pertama prangko seri peduli lingkungan 2012.

Penghargaan lingkungan tersebut adalah Kalpataru, Adipura, Adiwiyata Mandiri, dan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik.

Penerima penghargaan Kalpataru tahun ini dipilih oleh Dewan Pertimbangan Kalpataru. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau kelompok masyarakat sebagai pejuang pelestarian lingkungan sebagai berikut:

Kategori Perintis Lingkungan
1. Galuh Saly, Desa Batumandi, Kecamatan Batumandi, Balangan, Kalimantan Selatan. Ia berhasil melakukan pembibitan gaharu lebih dari 1,6 juta pohon, disertai sosialisasi, pembinaan, dan pelatihannya.
2. Ishak Idris, Kelurahan Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Aceh. Ishak gigih melalukan penanaman mangrove di kawasan Iboih seluas 32 hektar dan melakukan patroli rutin untuk pengamanan kawasan laut di Lhok Iboih dan sekitarnya.
3. Ali Mansyur, Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur. Ali konsisten menanam sekitar 1,5 juta mangrove serta tanaman lain di pesisir pantai Tuban seluas 134,8 hektar.

Kategori Pengabdi Lingkungan
1. Siti Badriyah, Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mengimplementasikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dengan mencetak 400 tutor keaksaraan dan 4.000 warga keaksaraan seprovinsi.
2. Ali Muryati, Kelurahan Beragam, Kecamatan Binjai Kota, Binjai, Sumatera Utara. Ia mengajarkan pendidikan karakter bagi guru dan siswa TK/PAUD dan ibu-ibu PKK Binjai serta mengajak warga Desa Tanjung Rejo, Deli Serdang, menanam mangrove.
3. Rahmat Arifin, Kelurahan Aur Duri, Kecamatan Sungai Penuh, Sungai Penuh, Jambi. Rahmat melakukan pengamanan terhadap habitat harimau sumatera di dalam kawasan TNKS dan memitigasi konflik manusia dengan harimau sumatera melalui pendekatan kearifan lokal.

Kategori Penyelamat Lingkungan
1. Koperasi Peternakan Sapi Perah Setia Kawan, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Pasuruan, Jawa Timur. Selama 22 tahun, koperasi ini membangun 883 unit instalasi biogas sebagai energi alternatif untuk memasak, penerangan, dan pemanas air pada 1.215 keluarga di 12 desa.
2. Kelompok Masyarakat Penyelamat Hutan Suci Wenara Wana di Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Mereka melakukan konservasi populasi monyet ekor panjang sejak tahun 1999 dan pada 2011 satwa tersebut berjumlah 605 ekor.
3. Kelompok Pemberdaya dan Pengguna Air Oi Seli, Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat. Kelompok ini berhasil menyelamatkan 12 sumber mata air di Maria Utara, merehabilitasi 435 hektar lahan kritis kebun dan hutan lindung, dan merevitalisasi 500 hektar sawah menjadi berpengairan.

Kategori Pembina Lingkungan
1. Samuel Oton Sidin, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, melakukan penanaman pada lahan kritis, melestarikan binatang asli Kalimantan dan berbagai jenis tumbuhan yang disertai pembibitannya serta melakukan penyuluhan lingkungan;
2. Josrizal Zain, Kelurahan Balai Nan Tuo, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, memperbaiki bantaran sungai, penanaman pohon dan pembinaan penambang liar, menciptakan kondisi Pasar Tradisional "Ibuh", membina 2500 pedagang kaki lima dan mengelola sampah pasar menjadi kompos;
3. R. Haryo Ambar Suwardi, Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan Hutan Rakyat, Hutan Desa, Gerakan Sekolah Hijau dan Program Konservasi Hutan. (sumber: nasional.kompas.com)


Pemkab Apresiasi Samuel Raih Kalpataru

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan apresiasi terhadap perjuangan Samuel Oton Sidin karena telah mengabdikan dirinya dan berjasa dalam membina pelestarian lingkungan.
“Kita memberikan apresiasi sebesar-besarnya pada Samuel Oton Sidin yang telah mengabdikan dirinya di bidang lingkungan. Sehingga mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Presiden SBY di Jakarta pada Hari Lingkungan Hidup,” kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Rabu (6/6).
Menurutnya, pengabdian Samuel Oton Sidin tersebut patut menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat lainnya untuk terus melestarikan lingkungan. Terlebih dalam menghadapi isu global warming yang ada saat ini.
Dia menyatakan Pemkab Kubu Raya akan menjadikan Samuel Oton Sidin sebagai ikon magnet pariwisata lingkungan di Kubu Raya sebagai bentuk penghargaan. “Saya pribadi dan atas nama Pemkab Kubu Raya mengucapkan selamat pada Samuel Oton Sidin. Karena bisa meraih penghargaan Kalpataru dari Presiden RI. Ini juga menjadi suatu kebanggaan bagi Kubu Raya, karena salah seorang masyarakatnya bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia,” katanya.
Muda menyatakan, motto Kubu Raya Untuk Indonesia yang selama ini terus digaungkannya memberikan dampak yang cukup nyata dalam berbagai bidang pembangunan. “Kita bersyukur karena motto tersebut memberikan motivasi dan semangat bagi masyarakat kita,” kata Muda.
Samuel Oton Sidin merupakan warga Kecamatan Sungai Raya yang berhasil mendidik masyarakat dan mengonversi lahan seluas 106 hektare. Atas keberhasilannya tersebut, dia dianugerahi penghargaan Kalpataru oleh Presiden RI di Istana Merdeka. (sumber: equator-news.com)

0 komentar:

Posting Komentar